Yayasan Penyelenggaraan Ilahi Indonesia (YPII) Kampus Bandung

Alumni YPII Bandung

Reuni dan Pembentukan Ikatan Alumni (IKA)

Post : 21 Agustus 2015

 

 

Lihat Gallery Foto Reuni 15 Agustus 2015

SMA Trinitas

Giving and Caring

Post : 30 Juli 2015

 

Tidak hanya kegiatan yang menyenangkan diri sendiri, MPLS Trinitas 2015 juga mengadakan program bakti sosial dan kerja bakti. Kegiatan ini diadakan di sekitar sekolah, dan dibagi menjadi beberapa kelompok. Kelompok dibagi menjadi 3 bagian, ada yang membersihkan lingkungan sekolah, membeli sembako ke Pasar Andir, dan memberikan sembako ke orang-orang yang membutuhkan.

 

Peserta sendiri memiliki kesan yang berbeda. “Rasanya seneng, bisa berbagi dengan sesama,” ujar Orlan dan Arvin sebagai salah satu kelompok yang memberikan sembako bagi yang membutuhkan. Orang-orang yang membutuhkan tersebut ditentukan oleh panitia MPLS agar bisa memberi kepada orang yang tepat. Orlan dan Arvin sendiril, memberikan sembakonya pada satpam yang bertugas di lingkungan sekolah.

 

Kegiatan MPLS tentunya tidak hanya untuk kesenangan dan belajar bertanggung jawab, tetapi juga bisa belajar berbagi dengan sesama. Hal ini juga berarti melatih kita untuk tanggap dan peduli, sesuai dengan nilai-nilai karakter yang ditanamkan oleh YPII.

SMA Trinitas

Be Wise !

Post : 30 Juli 2015

 

Narkoba dan kelalaian dalam berkendara menjadi salah satu hal utama yang harus diberantas dikalangan remaja. Oleh karena itu, dihari terakhir MPLS SMA Trinitas ini, sekolah menghadirkan perwakilan dari Kapolsek Andir/Saritem. Di kesempatan pertama Pak Warsito sebagai pembicara pada acara tersebut memberikan pengarahan pada para peserta tentang narkoba. Ia memberikan pengenalan tentang narkoba yang jika digunakan berlebihan bisa merugikan diri sendiri dan orang disekitar. Tata tertib berkendara juga disampaikan di acara tersebut karena banyak anak yang memodif kendaraannya seperti knalpot yang bisa menggangu masyarakat.

 

Tujuan dari kegiatan ini adalah menghimbau anak-anak agar taat aturan dalam berkendara dan tidak coba-coba menggunakan narkoba. Di akhir acara tersebut perwakilan dari kapolsek pun meminta anak-anak untuk berpasang-pasangan dan saling mengucapkan janji untuk tidak akan sedikit pun mencoba memakai narkoba.

SMA Trinitas

MPLS Award

Post : 30 Juli 2015

 

Tak terasa hari ini adalah hari terakhir MPLS SMA Trinitas. Banyak pengalaman yang mereka alami bersama-sama, mulai dari pengalaman suka sampai duka. Baju putih biru pun sudah berganti putih abu. Ternyata, selama 3 hari bersama dalam acara MPLS ini semua perilaku siswa yang baik dihargai oleh panitia. Buktinya, di hari terakhir ini diadakan MPLS Award bagi beberapa peserta dan panitia.

 

MPLS Award ini memiliki beberapa katergori salah satunya peserta teraktif, predikat teraktif ini diberikan kepada Gracelyn dan Michael. Selain peserta, panitia pun diberikan penghargaan. Banyak predikat yang diberikan kepada panitia, antara lain panitia teramah yang diberikan kepada Hosea Gerry dan Devia Sontani, panitia tergokil yang diberikan kepada Hansel dan Devia.

 

Setelah acara MPLS Award ini selesai, terdapat acara yang tak kalah menarik, yaitu Flash Mob. Kegembiraan sangat tampak dari wajah para peserta dan panitia. Mereka menarikan beberapa tarian sederhana secara bersama-sama.

SMA Trinitas

DO FUN !

Post : 30 Juli 2015

 

Pagi yang cerah di hari terakhir MPLS Trinitas 2015, terasa semakin ceria. Pasalnya, hari ini dibuka dengan senam bersama keluarga YPII yang sedang melakukan acara MPLS 2015, mulai dari TK, SD, SMP, dan SMA. Tak hanya itu, beberapa guru dan panitia MPLS juga ikut memeriahkan acara ini.

 

Acara dimulai sekitar pk. 07.15, dimana para peserta MPLS 2015 SMA Trinitas menjemput siswa-siswi TK Maria Bintang Laut. Setelah itu, mereka pergi ke lapangan parkir SMA Trinitas, untuk melaksanakan senam bersama. Senam yang dipimpin Pak Fredi, membuat suasana pagi terasa bersemangat.

 

Senam bersama ini menimbulkan kesan tersendiri bagi Suster Baptista, selaku kepala sekolah SMA Trinitas. Ia merasa, kegiatan ini menggembirakan dan menyehatkan. Selain itu juga, bisa membangun kebersamaan lebih akrab antar para peserta. Kegiatan ini diharapkan menjadi kegiatan rutin untuk seluruh komponen sekolah yang bernaung dibawah YPII cabang Bandung.

 

Sementara salah satu peserta mengungkapkan : “Tadi senamnya seneng, rame, bisa refreshing sebentar. Terus, semoga acaranya lebih rame, seru dan heboh lagi,” sahut Mario sebagai salah satu peserta MPLS SMA Trinitas. Dari kegiatan ini, semoga bisa menjadi inspirasi bahwa kegiatan orientasi sekolah tidak selalu berkutat dengan tugas, tetapi juga bisa bersenang-senang dengan menciptakan kebersamaan bersama seluruh komponen sekolah.

Senam Pagi Bersama(TK - SD Maria Bintang Laut, SMP Waringin, SMA Trinitas)
MPLS 2015

Post : 29 Juli 2015

 

SMA Trinitas

Healthy with Happiness

Post : 29 Juli 2015

 

Hari kedua MPLS Trinitas 2015 dibuka dengan cara yang berbeda dari biasanya. “Mensana in Corporesano” mungkin adalah salah satu istilah yang bisa menggambarkan kegiatan ini. Nah, salah satu kegiatan yang diadakan dalam rangkaian MPLS Trinitas ini adalah kegiatan lari bersama. Baju putih peserta MPLS memenuhi Paskal Hyper Square dari pukul 06.30.

 

Selain kegiatan lari bersama atau lebih dikenal jogging, peserta juga disuguhkan beberapa games. Peserta dibagi dalam 2 kelompok besar dan masing- masing kelompok wajib memasuki 3 pos permainan. Salah satu games yang paling diminati adalah “chicken fight” karena membutuhkan konsentrasi yang tinggi dan strategi. Selingan yel-yel yang diserukan oleh masing-masing kelompok pun membuat suasana pagi yang dingin menjadi hangat. Kegiatan ini diakhiri pukul 07.30 dan peserta melanjutkan kegiatan MPLS lainnya disekolah.

“Asik, seru, kompak, anak-anaknya udah mulai aktif.” Ujar Jemima selaku seksi acara MPLS Trinitas saat ditanyai hal menarik apa yang ditemui saat kegiatan tersebut berlangsung. Tidak hanya untuk kesenangan semata, kegiatan ini juga bertujuan untuk menyehatkan badan, mengakrabkan peserta satu sama lain dan meningkatkan solidaritas.

SMA Trinitas

Es Krim Koloid

Post : 29 Juli 2015

 

Panasnya suasana GOR Trinitas tak mampu mengalahkan semangat peserta MPLS Trinitas 2015 dalam mengikuti acara yang ada. Salah satu kegiatan yang diadakan adalah membuat es krim. Pembuatan es krim merupakan praktek penerapan dari proyek IPA yang selalu diadakan SMA Trinitas.

 

Melalui kegiatan ini, peserta dikenalkan dengan karya ilmiah dan tugas proyek agar mulai terbiasa dengan proyek yang akan dihadapi di SMA Trinitas. Selain melakukan praktek membuat es krim, mereka juga membuat makalah singkat.

Ternyata, praktek pembuatan es krim ini berkaitan dengan materi koloid. “Cara membuatnya gampang banget, gak nyangka barang-barang yang ada di rumah bisa dipakai kayak gini,” ujar salah satu peserta MPLS 2015, Gracelyn Christiani. Ia yang sebelumnya belum pernah membuat, tertarik untuk membuat lagi di rumah karena hanya membutuhkan susu, garam, es batu, plastik es bon-bon, dan toples. Hasil yang dibuat juga tidak kalah enak dengan es krim yang ada di pasaran, apalagi itu es krim yang dibuat mereka sendiri.

Tidak hanya Gracelyn, peserta yang lain pun mendapatkan tambahan pengetahuan mengenai pemanfaatan bahan-bahan yang sederhana. Jadi, tidak selamanya proyek-proyek di SMA itu sulit. Dengan pembuatan es krim ini, bisa menjadi contoh dari berbagai proyek yang menyenangkan dan bermanfaat bagi kita.

SMA Trinitas

Kemeriahan Expo MPLS 2015

Post : 28 Juli 2015

 

Hari Senin tanggal 27 Juli 2015, acara MPLS (Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah) 2015 resmi dibuka. Meski baru hari pertama dilaksanakan, peserta sudah antusias mengikuti beragam acara yang disiapkan oleh panitia. Banyak acara-acara yang disuguhkan oleh para panitia, salah satunya event expo ekstrakulikuler. Stand yang ditampilkan juga bermacam-macam: pramuka, jurnalistik, orchestra, cooking, make up, proyek IPA, proyek IPS, Bahasa Inggris, futsal, dan basket.

 

 

Acara expo dimulai pk. 11.00, dan para peserta MPLS diajak berkeliling mengunjungi stand-stand yang sudah disediakan di GOR Trinitas oleh pemimpin kelompok masing-masing. Disana, mereka bisa bertanya jawab tentang ekstrakulikuler yang ada di SMA Trinitas dan juga mendengar penjelasan tentang ekstrakulikuler-ekstrakulikuler oleh kakak-kakak kelas 11 dan 12. Ada berbagai macam peserta, ada yang aktif dan juga ada yang masih malu-malu. Dengan berbagai tipe peserta MPLS itu, acara expo tetap berlangsung dengan asyik karena mereka bisa membaur satu dengan lainnya.

 

Setelah itu, terdapat berbagai penampilan dari ekstrakulikuler karate, basket (putra dan putri), dan band. Untuk ekstrakulikuler karate sendiri dipimpin oleh Pak Irwan Faisal yang didampingi 8 siswanya. Mereka telah berprestasi mendapatkan medali perak di tingkat Jawa Barat dalam ajang kompetisi karate. Dengan mantap dan gagah, mereka menampilkan beberapa gerakan disertai beberapa tips untuk bela diri saat dalam keadaan bahaya.

 

Ekstrakulikuler basket juga menampilkan performanya dengan bermain 3 on 3. Uniknya, mereka menarik beberapa peserta MPLS untuk bermain bersama mereka. Tentunya, hal ini tidak pernah diduga oleh para peserta karena mereka bisa bermain dengan tim basket SMA Trinitas di depan peserta-peserta MPLS lainnya. Mereka juga bermain dalam atmosfer yang bersahabat, karena permainan ini hanya sebatas pengenalan ekstrakulikuler terhadap peserta MPLS.

 

Ekstrakulikuler band menampilkan penampilan musik rock yang menyenangkan. Tim musik yang dipimpin oleh Bapak Johan, merupakan kombinasi dari ekstra band dan band yang digarap oleh Bapak Johan sendiri, yaitu Social Distortion. Sebagai performer terakhir di acara expo, mereka mampu mencairkan suasana di tengah panasnya suasana GOR Trinitas.

 

Melalui tema MPLS tahun ini, yakni “Gapai Mimpimu Bersama Sahabat!”, diharapkan event ini bisa membantu mereka untuk memahami bahwa kebersamaan dengan sahabat sangatlah penting, sebagai kunci untuk menggapai mimpi. Mimpi yang ada, bisa kita wujudkan melalui ekstrakulikuler-ekstrakulikuler yang disediakan SMA Trinitas. Tak hanya itu, semoga melalui program yang ada, mereka bisa mengembangkan bakat dan minatnya masing-masing untuk menggapai masa depan mereka.

 


Pelatihan Guru @Eco Camp

27-29 Juni 2015

"Menjadi Garam Dunia"

SMA Trinitas
dalam Angklung for The World

23 April 2015

SMA Trinitas turut mengambil bagian dari sejarah dalam pemecahan rekor Bermain Angklung Bersama sebanyak 20.000 Angklung. Salah satu moment penting yang mengiringi peringatan Konferensi Asia Afrika ke-60 ini dilaksanakan di Stadion Siliwangi, Bandung, pada tanggal 23 April 2015.

SMP Waringin Sekolah Adiwiyata Tingkat Provinsi Jawa Barat

Oleh: Diana Prasanti Atmariani (Kelas VIII D SMP Waringin)

 

 

 

SMP Waringin sudah ditetapkan sebagai Sekolah Adiwiyata Tingkat Provinsi pada bulan Juni 2014. Ini semua dapat dicapai berkat seluruh warga sekolah yang ikut berpartisipasi. Seluruh warga, dari mulai kepala sekolah, guru, para siswa, hingga tenaga penunjang, telah bahu membahu menjaga dan memelihara lingkungan sekolah ini. Selain itu, dukungan orang tua siswa juga telah berperan banyak.

 

Satu lagi yang tidak dapat dipisahkan dari nama Sekolah Adiwiyata ini, tentu saja Tim Green School. Mereka berjuang tanpa lelah melakukan dan mengajak untuk memilah sampah yang berkarung-karung jumlahnya. Bisa dibayangkan kalau tak ada Tim Green School, gimana ya tumpukan karung sampah itu?

 

Menurut Sir Ono, panggilan akrab Bapak Simon Ono Sutono, SMP Waringin awalnya tidak mengikuti program Sekolah Adiwiyata. Hanya saja ada orang yang merasa SMP kita, yang sudah melaksanakan program go green selama empat tahun ini, layak untuk ikut dalam seleksi Sekolah Adiwiyata. Akhirnya ikutlah dalam program Sekolah Adiwiyata ini. Jadi penghargaan sekolah adiwiyata tingkat provinsi ini istilahnya kita dapat bonuslah dari apa yang kita lakukan selama ini.

 

Ya, ternyata SMP Waringin sudah peduli lingkungan sejak dulu. Sejak tahun 2010 kecerdasan lingkungan sudah ditetapkan sebagai karakter yang dihidupi oleh SMP Waringin. Jadi tidak begitu sulit untuk siswa-siswi beradaptasi dengan adanya program adiwiyata ini. Salah satu contoh siswa-siswi ikut berpartisipasi adalah membawa botol air minum. Dengan membawa botol air minum kita bisa mengurangi sampah botol-botol plastik sekali pakai.

 

 

Nah, SMP Waringin tidak hanya memperhatikan lingkungan dalam sekolah saja! Di luar juga kita ikut berpartisipasi. Contohnya saat mengadakan kerja bakti bersama KORAMIL, Kepolisian, dan warga di sekitar jalan kelenteng. Lalu gerakan pungut sampah bersama walikota di Tegallega.

 

Para siswa sangat berperan penting dalam kegiatan peduli lingkungan ini. Bukan hanya siswa-siswinya saja lho, gurunya juga. Tapi di sini guru lebih berperan sebagai motivator dan model. Mereka memberikan penjelasan, memasukkan masalah kepedulian lingkungan ke dalam pelajaran, dan mengingatkan tentang LISA (Lihat Sampah Ambil) setiap pulang sekolah.

 

Tanpa disadari para siswa, karya-karya yang mereka buat dari barang bekas, semua itu untuk peduli lingkungan juga. Selain itu, recycle, pemilahan sampah, hemat air, dan listrik juga dilakukan untuk lingkungan kita yang saat ini sudah tercemar. Memang tidak berdampak besar pada seluruh dunia, tapi mengurangi lebih baik daripada nantinya jadi lebih banyak.

 

Ada keuntungan lain lho jadi sekolah adiwiyata. Sekolah kita bisa berkenalan dengan sekolah lain. Bisa sharing juga tentang kepedulian lingkungan dan tentang progam-progam yang ada di sekolah lain. Mungkin kita bisa belajar dari mereka. ***

 

SMP Waringin
Penghargaan Adiwiyata Tingkat Kota Bandung

Oleh: Leonardo Johanes Kurniawan (Kelas IX D SMP Waringin)

 

 

 

Kita tahu bahwa SMP Waringin telah menjadi sekolah adiwiyata tingkat provinsi. Ternyata itu tidak dicapai dengan mudah. Banyak tantangan yang harus dihadapi sebelum mendapatkan penghargaan adiwiyata tingkat provinsi, salah satunya adalah meraih gelar adiwiyata tingkat kota terlebih dahulu. Setelah mendapat gelar adiwiyata tingkat kota, tak lama kemudian SMP Waringin meraih penghargaan adiwiyata tingkat provinsi. Wah, keren sekali, ya!

 

Mungkin masih banyak yang bertanya-tanya bahwa kapan penghargaan adiwiyata tingkat kota tersebut diserahkan. Sebenarnya, penghargaan ini diserahkan tepat pada hari Senin, 23 Juni 2014, bertepatan pada saat pencanangan Gerakan Pungut Sampah oleh Walikota Bandung, Ridwan Kamil. Dan istimewanya, penghargaan adiwiyata tersebut diserahkan langsung kepada pihak SMP Waringin oleh Ridwan Kamil. Penyerahan ini dilakukan di Lapangan Tegallega, Bandung.

 

 

Dari tahun-tahun sebelumnya, SMP Waringin secara tidak sengaja sudah menyiapkan berbagai hal untuk meraih penghargaan adiwiyata. Sejak tahun 2010, SMP Waringin sudah melakukan berbagai hal dalam bentuk kepedulian terhadap lingkungan, salah satunya adalah pemilahan sampah. Gerakan tersebut rutin dilakukan sekitar empat tahun berturut-turut, sehingga SMP Waringin akhirnya menyiapkan berkas-berkas untuk penilaian adiwiyata oleh Pemerintah Kota Bandung mulai Januari 2014.

 

Pemerintah Kota Bandung tentunya tidak sekedar melihat bahwa SMP Waringin adalah sekolah yang bersih, hijau, dan berbunga. Tetapi tim penilai juga melihat tanggung jawab dari setiap warga sekolah dalam kepeduliannya terhadap lingkungan. Maka bukan hanya para siswa yang dihimbau untuk menjaga kebersihan sekolah, tetapi guru dan karyawan pun harus ikut serta menjaga kebersihan lingkungan sekolah. Misalnya dengan cara peduli terhadap sampah di lingkungan sekitar, pemilahan sampah, dan kerja dari tim Green School.

 

Tim Green School mempunyai satu tugas utama, yaitu mereka harus memantau pemilahan sampah di lingkungan SMP Waringin. Tim Green School sering kali menemukan sampah-sampah yang tidak sesuai dengan jenis tempat sampahnya. Misalnya sampah tissue di dalam tempat sampah plastik. Saat ini tim Green School memfokuskan diri dalam pemilahan sampah karena masih kurangnya kesadaran para siswa SMP Waringin dalam pemilahan sampah.

 

Dari hasil wawancara Tim Jurnalistik SMP Waringin, Bu Eny selaku pendamping setia Tim Green School SMP Waringin merasa sangat bangga dengan penghargaan adiwiyata tingkat kota ini, karena sebelumnya ia mengira bahwa para siswa Waringin dapat disebut “manja”. Tetapi, setelah para siswa ditekankan untuk selalu peduli terhadap lingkungan, para siswa menjadi para siswa yang “fight” dalam berjuang menciptakan lingkungan yang bersih.

 

Ibu Eny pun mengatakan bahwa penghargaan ini merupakan suatu bonus bagi warga sekolah yang dapat menunjukkan bahwa SMP Waringin tidak kalah dengan sekolah-sekolah lain yang sudah mendapatkan penghargaan adiwiyata.

 

Penghargaan adiwiyata kota dan provinsi telah dicapai, saat ini, SMP Waringin mengejar penghargaan adiwiyata nasional. Dalam hal ini banyak hal yang harus dilakukan warga sekolah dalam menciptakan lingkungan yang bersih. Guru-guru pun tidak henti-hentinya mengingatkan para siswa ataupun ke sesama guru untuk tetap menjaga kebersihan dengan selalu membuang sampah pada tempat yang sudah disediakan. Para guru pun selalu mengingatkan para siswa untuk selalu berlaku sopan terhadap guru, teman, dan karyawan. Karena kesopanan dalam berbicara pun dinilai dalam penilaian adiwiyata. Maka dari itu, butuh kepedulian dari diri kita sendiri.

 

Sekarang, udah gak zaman lagi punya lingkungan yang kotor! Ayo, kita tingkatkan kebersihan lingkungan sekitar sekolah, rumah, gereja, dan semua lingkungan sekitar kita dalam meningkatkan kenyamanan kita dalam belajar! ***

 

Preschool-KB-TK Maria Bintang Laut
Semangat Mengukir Prestasi

Perjuangan anak-anak dalam mengikuti kompetisi lomba perlu diacungkan jempol. Mereka mau berusaha dan berjuang dalam mengikuti lomba dimanapun, baik itu mewakili sekolah ataupun atas nama pribadi. Hal ini terbukti dari beberapa anak KB-TK Maria Bintang Laut yang mengikuti lomba atas nama pribadi dan memperoleh prestasi, yaitu:

  • Charlene Selena Yogipranata - KB Siang, memperoleh prestasi sebagai juara 2 Lomba Gambar ‘Peta’ untuk Anak, kategori usia dibawah 6 tahun, dengan tema ‘Bumiku Di Masa Kini’ yang diselenggarakan oleh Badan Informasi Geospasial pada tanggal 11-12 Maret 2015.
  • Christopher Aldrian – TK B3, memperoleh juara Harapan 3 Lomba Mewarnai kategori KB-TK dalam rangka memperingati Hari Kartini yang bertema ‘Aku Sayang Ibu’ yang diselenggarakan oleh FISIP UNPAR dan Yayasan AAT ‘Anak- Anak Terang’ pada tanggal 26 April 2015 bertempat di Gedung Pasca Sarjana UNPAR yang terletak di jalan Merdeka Bandung.

Bagi anak- anak yang sudah mengikuti lomba mewarnai pada tanggal 26 April 2015 di Gedung FISIP UNPAR antara lain : Lovynna – KB Siang, Charlene – KB Siang, Steven - KB Pagi, Amara - TK B2 namun belum menjadi juara, terimakasih atas usaha dan semangatnya, teruslah berlatih dan tetap semangat ya…

Untuk para orangtua terimakasih atas dukungan yang telah diberikan…God Bless.